28 Okt 2009

Partai Hijau Australia Dukung TPF Laut Timor

Kupang - Partai Hijau di Senat Australia mendukung sepenuhnya gagasan pembentukan tim pencari fakta (TPF) terhadap dampak pencemaran minyak mentah (crude oil) di Laut Timor akibat meledaknya ladang gas Montara pada 21 Agustus 2009 lalu.

"Ini sangat luar biasa karena Australia sendiri sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di Laut Timor saat ini," kata pemerhati masalah Laut Timor yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni kepada pers di Kupang, Rabu.

Ia mengemukakan ini setelah menerima surat elektronik dari Senator Hijau Australia Chris Twomey yang mengatakan bahwa Partai Hijau di Senat Australia sangat tertarik dengan gagasan pembentukan TPF tersebut.

Twomey dalam surat elektroniknya itu menegaskan, "Jika Pemerintah Federal Australia tidak segera mengambil langkah-langkah pencegahan, Partai Hijau bersama YPTB akan turun langsung ke Laut Timor untuk melihat kondisi sesungguhnya yang terjadi di sana".

"Kami merasa frustrasi dengan tanggapan Pemerintah Federal Australia tentang krisis pencemaran minyak mentah di Laut Timor ketika mereka mempertanyakan Otorita Keselamatan Maritim Australia (AMSA-Australia Maritime Safety Authority) dan Menteri Lingkungan Hidup Australia pada 14 September 2009 di Senat Australia setelah melihat gambar dari Satelit NASA," kata Twoney seperti dilansir Antara.

Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia itu menambahkan, pihaknya juga telah menyurati pimpinan Partai Oposisi Australia (Partai Liberal) di Parlemen Australia untuk memberikan dukungannya terhadap upaya pembentukan sebuah penyelidikan penuh di Senat Australia terhadap dampak pencemaran di Laut Timor saat ini.

"Jika kita mencermati isi surat elektronik Chris Twomey, tergambar jelas bahwa Pemerintah Federal Australia dan AMSA terkesan menutup-nutupi kasus pencemaran minyak di Laut Timor," kata penulis buku "Skandal Laut Timor Barter Ekonomi Politik Canberra-Jakarta" itu.

Salah satu bukti dugaan tersebut adalah sesungguhnya Pemerintah Federal Australia telah menghubungi Otoritas Indonesia dan menyampaikan secara resmi bahwa tumpahan minyak dari ladang Montara telah memasuki wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) sejauh 51 mil atau sekitar 80 km tenggara Pulau Rote.

Di samping itu, AMSA juga secara resmi telah mengundang pejabat dari Departemen Perhubungan Indonesia mengunjungi Australia untuk melihat kondisi pencemaran di Laut Timor, namun hasilnya tidak pernah diumumkan ke publik hingga saat ini.

Menurut laporan jaringan YPTB dari Sydney Australia, kata Tanoni, hingga saat ini belum diketahui secara persis berapa besar jumlah angka kebocoran minyak mentah, gas dan kondesat yang telah menyembur ke laut Timor setiap harinya.

Namun, di satu sisi pihak Kementerian Lingkungan Hidup Australia dan PTTEP Australasia--operator ladang minyak Montara--mengatakan bahwa hanya 64.000 liter minyak mentah yang menyembur ke Laut Timor setiap harinya.

Tetapi, menurut laporan para pemerhati lingkungan di Australia yang membuat penelitian terhadap pencemaran mengatakan tidak kurang dari 500.000 liter minyak mentah dimuntahkan setiap hari ke Laut Timor dari ladang Montara yang bocor.

Sementara juru bicara Kementerian Energi Australia menyebutkan, sekitar 2.000 barel minyak, gas dan kondensat yang menyembur ke Laut Timor.

"Kita mengharapkan agar Departemen Perhubungan tidak menutup-nutupi kasus pencemaran di Laut Timor saat ini karena apapun juga alasannya telah terbukti bahwa masyarakat di pesisir selatan Pulau Timor, Rote Ndao dan Sabu telah merasakan dampak dari pencemaran tersebut," kata Tanoni.

Menurut dia, pemerintah harus bersikap tegas terhadap Australia sekaligus melakukan upaya-upaya antisipasipatif agar tumpahan minyak mentah yang saat ini sudah mencemari wilayah perairan Indonesia segera diatasi guna meminimalisir dampak kerugian yang dialami para nelayan dan petani rumput laut.(Ant)


27 Okt 2009

Greenpeace Bangun Pos di Hutan Tropis di Riau


Ketgam : Kamp Pelindung Iklim di Semanjung Kampar Foto : Greenpeace Asia Tenggara

Jakarta, Indonesia — Organisasi pembela lingkungan Greenpeace Asia Tenggara telah membangun pos di jantung hutan tropis Indonesia di Semanjung Kampar Riau Sumatera yang bertujuan untuk menarik perhatian dunia akan besarnya peranan perusakan hutan terhadap perubahan iklim, satu isu kritis yang akan dibahas pada Pertemuan Iklim PBB di Kopenhagen Desember mendatang.

Para aktivis Geeenpeace ini akan akan berada di sana hingga beberapa minggu ke depan. Pagi tadi sekitar 200 penduduk lokal menyelenggarakan upacara selamat datang bagi para aktivis Greenpeace di lokasi pos yang diberi nama “Kamp Pelindung Iklim (Climate Defender Camp)”, yang dibangun di Semenanjung Kampar, Sumatera yang keberadaannya sedang terancam.

Dipilihnya hutan Kampar sebagai areal Kamp Pelindung Iklim karena hutan di Kampar berada di atas lahan gambut dalam yang menyimpan hingga 2 miliar ton karbon. Merupakan salah satu penyimpan karbon terbesar di dunia dan tempat yang sangat signifikan dalam pertahanan menghadapi perubahan iklim global.

“Banyak hutan yang dahulu mengelilingi semenanjung telah hancur dan berganti menjadi perkebunan, sebagian besar adalah akasia dan kelapa sawit, yang produknya telah diekspor ke seluruh dunia untuk dijadikan bahan pembuatan coklat, pasta gigi, dan biofuel yang disebut-sebut “ramah iklim”,”kata Bustar Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara Bustar Maitar.

“Kami mengambil posisi di garis depan kehancuran hutan dan iklim untuk memberi tahu para pemimpin dunia bahwa untuk menghindari bencana iklim mereka harus menghentikan deforestasi di sini dan sekarang,” tegas Bustar Maitar.

Pekan lalu para pemimpin ASEAN di Pertemuan ASEAN Summit ke-15 di Thailand telah mendeklarasikan komitmen untuk membuat sukses di Kopenhagen.

Sementara itu, Direktur Kampanye Greenpeace Asia Tenggara Shailendra Yashwant mengingatkan, para pemimpin negara ASEAN dalam Pertemuan di Thailand pekan lalu telah mendeklarasikan komitmen untuk mensukseskan aksi global melawan perubahan iklim.

Menurut Shailendra Yashwant, Presiden Barack Obama dan para pemimpin Uni Eropa hanya punya waktu enam pekan untuk serius menyikapi perubahan iklim dengan mengeluarkan komitmen mengurangi emisi secara drastis baik dari penggunaan bahan bakar fosil maupun deforestasi. “Artinya mereka harus menginvestasikan dana yang dibutuhkan untuk menghentikan perusakan hutan global,” imbuh Shailendra Yashwant.

Berdasarkan kalkulasi Greenpeace untuk nengakhiri deforestasi global memerlukan investasi negara industri sebesar 30 miliar Euro (sekitar Rp42 triliun) pertahun untuk program perlindungan hutan.
Greenpeace juga meminta komitmen Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono utuk mengakhiri perusakan hutan dan lahan gambut di Indonesia dengan cara segera melakukan moratorium (penghentian sementara) penebangan hutan dan lahan gambut.

Pada pertemuan iklim PBB di Bangkok baru-baru ini, SBY berjanji akan mengurangi emisi dari Indonesia hingga 41 persen jika ada dukungan dana internasional.

Greenpeace juga mendesak para pemimpin negara Uni Eropa, yang akan bertemu di Brussel pada 29 dan 30 Oktober ini, untuk berkomitmen menyetujui kesepakatan adil, ambisius dan mengikat di Kopenhagen. (Marwan Azis).

26 Okt 2009

BMKG: Waspadai Musim Pancaroba


BERLING--, BMKG membenarkan bahwa saat ini sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim pancaroba. Musim ini merupakan fase peralihan, menandai berakhirnya musim kering, menuju musim basah, demikian sebaliknya. Gejala ikutan, berupa terjadinya angin puting beliung, merupakan dampak yang mesti diwaspadai masyarakat.

Perubahan musim ini (baca: pancaroba) terjadi dalam satu hingga empat minggu, diakibatkan oleh uap air yang naik. Namun kondisinya belum terlalu melimpah. Lalu, akibat adanya daya dorong dari atas, ditambah proses kondensasi, menimbulkan terciptanya butiran es dalam jumlah besar. Setelah itu, akan terbentuk petir, kilat dalam jumlah banyak. Di kawasan tropis, hujan es tersebut akan bertabrakan dengan molekul udara.

“Itu sebabnya mengapa hujan yang turun saat pancaroba, selalu lebih dingin di banding waktu-waktu biasanya. Bahkan kadang-kadang masih dalam butiran es”, ungkap Drs.Soetamto MSi, Ka bid. Bidang Perubahan iklim BMKG di Jakarta (26/10).

Selain itu, dampak ikutan yang perlu diwaspadai adalah munculnya angin puting beliung di kawasan-kawasan yang sempit dengan volume air yang cukup banyak. Uap air yang belum melimpah akan membentuk tiang awan dalam ruang yang sempit.

“angin puting beliung ini harus diwaspadai, karena terjadinya selalu disertai hujan deras. Waktu terjadinya juga cuma sebentar. Paling-paling 10-20 menit. Karena itu masyarakat mesti menjauhi pohon besar ataupun benda-benda yang bentuknya besar agar terhindar saat rubuh sewaktu-waktu” lanjut Soetamto.

Sedangkan untuk kawasan DKI Jakarta, perubahan musimnya sangat berbeda antara kawasan di utara Jakarta dengan kawasan selatan. Sejak dulu kedua kawasan ini selalu menunjukkan karakteristik tersendiri. Perbedaan ini disebabkan oleh pengaruh angin laut yang terdorong keselatan. Itu sebabnya, musim basah di sebelah selatan selalu lebih dahulu ketimbang kawasan utara Jakarta.

“saat ini, musim basah di kawasan selatan, baru akan mulai di bulan November, sedangkan untuk kawasan di utara akan terjadi pada bulan Desember”, tuturnya.

Biasanya musim pancaroba jatuh pada sore hingga malam hari, dengan kondisi hujan yang tak menentu. Secara umum gejalanya dapat ditandai dengan terjadinya peningkatan suhu yang cukup tajam di pagi hari, berlanjut dengan terbentuknya awan seperti bunga-bunga kol yang lambat laun berubah pekat. Tak lama kemudian hujan deras segera turun.

Meski saat ini belum memasuki musim penghujan, bukan berarti hujan tidak akan turun. “hujan tetap akan turun, namun tingginya tidak akan lebih besar dari 50mm”, tandasnya. (jacko_agun)


ACT Bantu Hunian Nyaman


Ketgam : Puing-puing bangunan rumah yang roboh akibat guncangan gempa di Kabupaten Padang Pariaman: Foto BeritaLingkungan/ Marwan Azis

Padang, BERLING-Belum satu bulan berlalu sejak gempa mengguncang tanah Sumatera Barat, ACT Foundation atau yang juga dikenal dengan nama Aksi Cepat Tanggap, meresmikan Integrated Community Shelter (ICS) atau Hunian Nyaman Terpadu yang didisain dan didirikan khusus untuk korban gempa Sumatera Barat.

Peresmian dilaksanakan oleh Bupati Kabupaten Pariaman, Muslim Kasim, SE, Akt, dan turut pula dihadiri oleh Wali Korong Sungai Sariak H. Ismail. Peresmian ini menyusul penyerahan kunci Shelter kepada ratusan kepala keluarga yang akan menghuni Shelter, yang telah dilaksanakan pada Kamis (22/10) sebelumnya.

Bertempat di Sungai Sariak, Padang Pariaman, ICS memiliki 120 unit hunian untuk 120 Kepala Keluarga. Dilengkapi dengan Sekolah, Masjid, unit MCK mandi, cuci, dan kakus yang terpisah-pisah masing-masing 20 unit, area bermain anak-anak, area olah raga, Dapur Umum, Klinik lengkap dengan Dokter, Bidan dan obat-obatan, dan perpustakaan.

Dibangun dalam waktu 2 minggu, ICS melibatkan sedikitnya 200 relawan konstruksi dari berbagai penjuru tanah air yang bekerja siang dan malam agar dapat segera menyelesaikan seluruh unit shelter sehingga dapat digunakan oleh para korban gempa yang masih harus tinggal di tenda-tenda darurat.


Selain di Sungai Sariak,ICS juga dibangun di beberapa titik lokasi lainnya, antara lain di Tandike, Padang Pariaman, telah selesai dibangun Sekolah, dan 50 Hunian untuk 50 Keluarga, lengkap dengan berbagai fasilitas umum lainnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan di area ICS, antara lain trauma healing, pemeriksaan medis, kegiatan hiburan untuk anak-anak seperti permainan, story telling, kegiatan keagamaan dan sebagainya. Segera akan dilaksanakan program-program pemberdayaan masyarakat seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, pengayaan wawasan kesehatan keluarga, dan lain-lain, yang seluruhnya bertujuan untuk mengembalikan kehidupan masyarakat yang mandiri dan berdaya, setelah mereka mengalami trauma bencana.

Dalam seluruh aktifitasnya di gempa Sumbar, ACT mengorganisir tidak kurang dari 600 relawan dari penjuru tanah air yang meliputi berbagai bidang : rescue/evakuasi, manajemen posko dan logistik, distribusi logistik hingga ke tempat-tempat yang paling terisolir, medis, trauma healing, hingga Dapur Umum yang menyediakan ratusan paket pangan setiap harinya untuk pengungsi dan relawan.

Tidak terkecuali 200-an relawan konstruksi yang berpengalaman dalam membangun konstruksi yang berdampak minimal terhadap gempa dengan biaya relatif ekonomis, sebagaimana yang terwujud dalam kompleks Hunian ICS ini. Tidak hanya itu, organisasi internasional pun tercatat bekerjasama dengan ACT di Sumbar, seperti Medecins Sans Frontieres (MSF) dan International Medical Corps.
"ACT menghimpun amanah dan kepercayaan dari ratusan ribu Sahabat yang peduli, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari penjuru dunia. Bukan hanya dari individu yang peduli tetapi juga korporasi, organisasi-organisasi masyarakat, yang tidak tersekat dalam perbedaan ras, agama, golongan, negara,”ujarnya.

“Ini bukan perkara kecil. Tugas kami adalah siang malam memastikan bahwa amanah ini tersalur SEGERA menjadi segala sesuatu yang ESENSIAL dan memang menjadi kebutuhan para korban bencana. Sejak hari pertama bencana terjadi, hingga kemandirian kembali benar-benar terbentuk dan kembali mengkristal dalam kehidupan saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana." tambah Ahyudin, Direktur Eksekutif ACT Foundation.

ICS tidak hanya dibangun untuk korban gempa Sumatera Barat, namun sebelumnya juga telah didirikan di beberapa titik terparah pada gempa Jawa Barat, antara lain di Pangalengan dan Pamempeuk, yang memberi tempat berteduh bagi sedikitnya 200 keluarga atau sekitar 1000 jiwa. Adanya ICS di Jawa Barat menjadi sangat penting terutama karena cuaca yang makin sering hujan dengan angin kencang dan sangat dingin di bulan-bulan ini.

Di Sumatera Barat, sebagaimana juga dilakukan di wilayah gempa Jawa Barat, ACT juga khusus mengadakan pemotongan beberapa ekor sapi untuk memperbaiki gizi para pengungsi yang cenderung makan seadanya. Kegiatan ini mendapat sambutan yang begitu hangat dari para korban bencana. "Terima kasih, kami sangat gembira mendapat makanan yang enak, hangat, sehat.." ujar Ibu Niati, janda dengan dua orang anak, salah seorang penghuni di Shelter ICS Sungai Sariak, Padang Pariaman.

Turut hadir dalam Peresmian ICS Sungai Sariak, Padang Pariaman, beberapa mitra yang ikut berpartisipasi dalam membantu korban gempa Sumbar, seperti Direktur Unilever Josef Bataona dan Ibu Okti Damayanti, Ikhwanul Kiram Mashuri dari Republika, Jerry Justianto dari Masima, Trisno Sugiharto dari PT. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP), perwakilan manajemen dari Elnusa, Permata Bank Syariah, Tupperware, dan korporasi lainnya, juga beberapa organisasi NGO seperti Medecinse Sans Frontier dan Child Fund.

"Unilever sudah selalu bekerjasama dengan ACT dalam membantu korban berbagai bencana di tanah air. Tidak hanya logistik, puluhan unit Shelter, khusus di Gempa Sumbar ini kami mengirimkan beberapa orang Chef dari Unilever Foodsolutions untuk membantu di Dapur Umum. Kami selalu ingin meningkatkan kiprah kami dalam kerja-kerja kemanusiaan karena ini penting untuk menjadikan Unilever dan setiap orang yang ada dalam lingkungan Unilever menjadi kumpulan dari orang-orang yang peduli terhadap kepentingan dan kehidupan saudara-saudara yang lain" ujar Josef Bataona, Direktur Unilever ketika berada di tengah puluhan anak-anak yang bermain di area bermain anak-anak di ICS di Sungai Sariak.

"Adanya saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana adalah ujian bagi kita, apakah akan menggerakkan hati kita untuk peduli dan berbagi, ataukah kita tidak peduli, atau bahkan "memanfaatkan" untuk kepentingan sendiri. Maka kami menghimbau bagi teman-teman dan siapa saja yang juga melaksanakan penggalangan donasi untuk bencana agar senantiasa menyegerakan penyaluran donasi, bila perlu bekerjasama dengan lembaga lain yang memang jelas kiprahnya di daerah-daerah bencana." tegas Ahyudin. (Elizabeth Swanti)


Ambruknya Nagari Kami


Ketgam : Menatap Kampung yang hilang di Nagari Padang Alai Kabupaten Padang Pariaman, foto : Beritalingkungan/Marwan Azis

Suatu siang terik di Padang Alai, sejumlah warga terlihat lalulalang meskipun harus bermandikan debu jalanan, sebagian lagi memilih duduk di depan rumah yang tinggal puing-puing akibat gempa yang melululantakan Sumatera Barat, sementara sebagian lagi berteduh dibawa tenda berwarna biru yang kini menjadi rumah darurat bagi korban gempa.

Sesekali mereka mengarut kepala sambil memandangi rumahnya yang telah ambruk akibat gempa berkekuatan 7,9 skala ricther (SR). Tak terbayangkan bagi Safrisal dan ratusan warga padang Alai lainnya yang saat itu tengah menikmati istrihat sore hari, tiba-tiba Ranah Minang berguncang dengan kekuatan yang sangat dahsyat, dan ratusan bangunan rumah ambruk seketika.

Saking keras goncangan itu, hingga membuat satu areal pemukiman Kenagarian Padang Alai Kabupaten Padang Pariaman tertimbun oleh tanah longsor yang cukup dalam. Goncangan gempa melululantakan bumi Andalas, getaran tak hanya terasa di hampir seluruh Sumatera tapi warga Malaysia dan Singapura juga ikut merasakan. Hal ini memperlihat bahwa gempa Sumbar merupakan gempa yang sangat dahsyat tak heran kalau menimbulkan kerusakan yang luar biasa dan traumatik bagi para korban gempa.

Saat saya melakukan perjalanan liputan di Nagarian Padang Alain, sepanjang jalan terlihat hampir semua bangunan rumah, sekolah, mesjid kanan kini kanan jalan terlihat rusak dan sebagian ambruk rata dengan tanah. Warga terpaksa berteduh dan ditidur di tenda-tenda berwarna biru yang dibangun oleh warga maupun relawan. Sebagian yang lainnya sudah mulai membersihkan puing-puing rumah dan membangun rumah pondok seadaanya.

Saat mengunjungi areal perbukitan di Padang Alai yang mengalami longsor yang cukup dalam. Saya berhasil menemui seorang saksi mata yang juga korban tanah longsor bernama Safrisal (35) yang kini masih tetap bertahan di Gorong Patamuan, meskipun sebagian warga lainnya sudah memilih mengungsi ke kampung tetangga.

Saat itu ia terlihat duduk seorang diri di dalam rumah yang sebagian dindingnya telah hancur sehingga sejumlah kasur yang ada didalamnya tampak terlihat jelas dari luar. Pria paruh baya itu itu hanya bisa memandangi rumahnya yang hampir seluruh dindingnya sudah hancur akibat gempa. Bila ada gempa susulan dengan kekuatan yang sama tak tertutup kemungkinan bangunan tersebut rata dengan tanah.

Dibahu dan pipih serta lengannya terlihat luka sudah mulai mengering, supaya lukanya tidak diganggu lalat ia menutupinya dengan sarung yang membukus tubuhnya.“Saat kejadian, saya duduk seorang diri di depan rumah. Tiba-tiba tanah bergoyang, tak lama kemudian terjadi longsor besar yang menimbun puluhan rumah. Saya sempat terseret oleh tanah longsor sekitar 10 meter sehingga pipih, bahu dan lengan saya terluka. Sementara anak dan istri saya saat itu tengah berada di dalam rumah, tapi alhamdulillah semua bisa menyelamatkan diri,”ungkap bapak dari 3 orang anak ini mengenang musibah yang terjadi didesanya pada tanggal 30 September 2009 lalu.

Rumahnya hanya berjarak 5 meter dari longsoran bukit yang kini tampak mengangga, tapi hanya beberapa puing rumah yang terlihat berserakan, sementara yang lainnya sudah tertimbun rapat dalam tanah bersama pemiliknya yang juga terkubur hidup-hidup dan hanya 2 korban meninggal yang bisa dievakuasi tim relawan bersama warga setempat.

Sementara Husain (38) warga Gorong Patamua V Koto Timur Kabupaten Padang Pariaman kini terpaksa harus mengungsi ke bertedu dan tidur ditenda bersama istri dan tiga anaknya, karena rumahnya telah ambruk diguncang gempa.”Hari kedua pasca gempa saya bersama keluarga terpaksa mengungsi kesini, karena rumah sudah tidak layak dipakai akibat gempa,”ungkap Husain.

Dua rumah mertuanya juga tertimbun longsor dan tanahnya sudah tidak bisa ditempati.” Saat kejadian awak lagi di depan rumah sedang istirahat. Sedangkan Yus (Istrinya) sedang duduk menyusui anaknya (Salsa) yang baru berumur 40 hari, sedangkan 2 anak lainnya ( Irfan dan Sahrul) yang juga berada didalam rumah langsung menghampiri saya begitu ada guncangan gempa. Alhamdulillah semuanya selamat. Tapi adik saya yang tinggal di Bukit Gorong Tigo, daerah yang terkena longsor mengalami patah pinggang, saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Padang,”ujarnya.

Saat musibah melanda, semua orang berhamburan keluar rumah, jerit tangis pecah dimana-mana. Jerit tangis warga yang rumah dan anggota keluarganya yang ikut tertimbun digantikan oleh kesunyian yang mencekam. Sesaat setelah gempa berhenti, tangisan wargapun pecah saat menatap rumahnya telah hancur yang tertinggal hanya puing-puing. Tangisan itu berlanjut saat satu persatu anggota korban yang telah menjadi mayat berhasil dievakuasi baik dari rerentuhan bangunan maupun yang tertimbun longsoran tanah.

Menurut Husain yang juga dipercaya Ketua Karang Taruna Kanagarian Padang Alai, hampir semua rumah dan fasilitas ibadah di Padang Alai rusak berat. Enam rumah diantaranya yang tertimbun longsor dan 21 orang meninggal terkubur longsor. Hanya 2 orang yang berhasil dievakuasi, tapi pencarian sudah dihentikan dari Senin lalu,.

Warga hanya bisa pasrah dan berdoa semoga musibah ini cepat berakhir. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh telah hancur. Lebih menyedihkan lagi sejumlah sanak saudara dan kerabat ikut tertimbun longsor hanya 2 orang bisa dievakuasi.

Hingga dua pekan pasca gempa, warga mengaku baru mendapatkan bantuan makanan berupa indomie dan tenda.”Yang kurang adalah beras, kami sudah beberapa hari ini terpaksa bertahan hidup dengan makan indomie,”kata Husain. Karenanya baik Husain bersama warga lainnya berharap agar pemerintah dan pihak lainnya yang ingin membantu secepatnya mengirimkan bantuan, supaya warga tidak kelaparan dan kedinginan.

Kondisi itu diperparah dengan susahnya mendapatkan air bersih untuk diminum, bahkan sejumlah warga mengaku sudah belasan hari tidak mandi. “Air sangat susah, biasanya warga menampung air hujan di bak, tapi saat ini bak sudah kering dan retak-retak bahkan ada hancur akibat gempa,”kata Zamil, warga Padang Alai (14/10) lalu.

Warga juga belum bisa menikmati layanan listrik karena banyak tiang listrik yang jatuh saat terjadi gempa.” Pemerintah harus segera memperbaiki fasilitas listrik dan membantu kami bagaimana cara dapat mengakses air bersih,”harapnya. (Marwan Azis)***.


Empat Blogger Amerika Berbagi Pengalaman


Ketgam: Arsalan Iktikhar, blogger muslim Amerika yang terkenal saat menyapa melalui video chat peserta Pesta Blogger Indonesia 2009 yang hadir di Gedung SMESCO Jakarta Selatan (24/10). Foto:BeritaLingkungan/Marwan Azis.

Jakarta, BERLING-Empat blogger Amerika termasuk Arsalan Iktikhar, blogger muslim Amerika yang terkenal dan Mark Fraunfelder, pendiri blog teknologi terkenal juga berpartisipasi di di Pesta Blogger 2009 yang bertempat di Gedung SMESCO Jakarta Selatan (24/10). Mereka berbagi pengalaman seputar dunia blog berdasarkan profesi masing-masing. Siapa mereka?

Brian Ginesen merupakan praktisi yang cukup terpadang dan berpengalaman di bidang social media yang menyempatkan hadir langsung dan terlibat dalam diskusi mengenai “Blogpreneur” atau pengguna blog yang mendukung kewirausahaan yang menjadi salah satu topik yang banyak diminati blogger Indonesia yang hadir dalam Pesta Blogger kali ini.

Ia juga dikenal sebagai Digital influence spesialist dengan pengalaman lebih dari 50 tahun bersama Ogilvy PR dan seorang Interactive Marketing Manager di Ogilvy Public Relation Worldwide. Spesialisasi Brian adalah mengembangkan program-program pemasaran online, termasuk optimisasi search engine, pemasaran email dan lain-lain.

Sebelumnya Brian adalah sistem legislative untuk anggota kongres Jay Johnson (WI-8), dimana Brian melacak tentang perundang-undangan yang berkaitan dengan perawatan kesehatan dan menyelenggarakan acara-acara khusus di area anggota kongres.

Blogger lainnya yang berdiskusi langsung dengan para peserta Pesta Blogger 2009 melalui video chat adalah Mark Frauenfelder, penulis dan ilustrator berdomilisi di Los Angeles.

Dia adalah salah satu pendiri blog teknologi BoingBoing.net dan pernah menjabat sebagai editor di majalah Wired pada tahun 1993-1998. Mark saat ini adalah kolumnis desain untuk majalah Mobile PC.

Mark telah menulis beberapa buku dan merupakan penulis dan ilustrator buku ekspremen sains berjudul The Mad Professor. BoingBoing berawal dari majalah underground yang muncul pada tahun 1988 yang menyajikan teknologi, futurism, fiksi ilmiah, gatgets, hak cipta intelektual dan politik. Kemudian menjadi website pada tahun 1995 dan diluncurkan ulang sebagai blog pada tahun 2000. BoingBoing disebut sebagai”direktori berisi hal-hal yang menyenangkan,”

Kemudian Corvida Raven, penggarang SheGeeks,net, salah satu pengarang Everything Twitter dan TheSocialGeeks Podcast dan memberikan konsultasi tentang strategi untuk sosial media dan jasa-jasa manajemen komunitas pada perusahaan teknologi dan konsumen.

Sebelumnya blogger berkulit hitam dan berambut Landak ini membuat konten dan mengelola komunitas-komunitas Blog of Mr.Tweet, ReadWriteWeb, The Industry Standard, dan Guidewire Group. Hasil karyanya telah dipublikasikan dan dijadikan refesensi pada beberapa website besar seperti TechCrunch, Mashable, AllthingsDigital, LifeHacker, dan majalah Fast Company. SheeGeeks.net adalah blog social media yang menyajikan topik-topik diantaranya social mediatools, jasa-jasa dan aplikasi web, aplikasi mobile, dan manajemen komunitas.

Dan tak kalah menariknya adalah Arsalan Ikhtifar, adalah seorang blogger yang juga berprofesi sebagai pengaca internasional hak-hak asasi manusia, pendiri blog TheMuslimGuy.com, dan seorang kontributor editor untuk majalah Islamica di Washington DC.

Arsalan juga dikenal sebagai komentator mingguan untuk National Public Radio (NPR) dan secara regular tampil sebagai kontributor untuk acara Anderson Coopers 360 di CNN.

Wawancara, komentar dan analisanya secara regular muncul di CNN, BBC World News, NPR, FOZX News, MSNBC, Voice of Amerika, Al-Jazeera, USA, TODAY, NBC, The Washington Post, ABC World News Tonight, Los Angeles Times, CBS News, The New York Times, Rolling Stone, Time, The Economist dan Majalah Newsweek, dan masih banyak lagi.

TheMuslimGuy.com adalah blog dikelola Arsalan yang mencoba untuk menerangi kegelapan tentang Islam bagi pemirsa Amerika, selain juga mendiskusikan tentang isu-isu global yang serius dan diluncurkan pada peringatan tahun ketujuh 9/11. Sungguh menarik bukan ! (Marwan Azis).


Kedubes AS Dukung Kebebasan Berekspresi di Dunia Blog


Ketgam : Prita Mulyasari (tengah), perempuan yang sempat dipenjara karena keluhanya menyebar diinternet juga hadir pada salah sesi diskusi di Pesta Blogger 2009 yang bertema mengenai etika dan impikasi hukum di ranah maya. Foto : BeritaLingkungan/Marwan Azis

Jakarta, BERLING- Selama dua tahun berturut-turut, Kedubes Amerika Serikat mensponsori Pesta Blogger 2009, ajang temu nasional blogger Indonesia. Empat blogger Amerika termasuk Arsalan Iktikhar, blogger muslim Amerika yang terkenal dan Mark Fraunfelder, pendiri blog teknologi terkenal juga berpartisipasi di acara ini.

Duka Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R.Hume menyatakan, pihak Kedubes AS bangga mendukung dan menjadi sponspor Pesta Blogger untuk kedua kalinya. “Kebebasan berpendapat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi berkesinambungan. Indonesia memiliki demokrasi yang kuat dan dinamis, dan perkembanganya pesat komunitas blogger mengindikasikan hal tersebut,” kata Hume yang juga telah menulis blog pertama kalinya tak lama setelah kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Jakarta pada Februrai tahun ini di situs blog resmis Departemen Luar Negeri AS.

Kedubes AS juga mensponsori rangkaian pelatihan menulis blog di 10 kota di Indonesia dalam tiga bulan terakhir, untuk mendorong lebih banyak orang menulis blog dan menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme publik. Lebih dari seribu orang berpartisipasi dalam pelatihan yang diadakan di Malang, Semarang, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Medan, Bandung, Surabaya, Palembang dan Yogyakarta.

Kedubes AS telah merangkul teknologi dan media sosial untuk melakukan diplomasi publik di Indonesia. Kedubes AS telah mempunyai saluran You Tube yang menampilkan hampir 200 video pendek mengenai berbagai macam topik tentang Amerika Serikat, seperti budaya, masyarakat, pendidikan, kegiatan agama, politik, pariwisata Amerika dan pendidikan bahasa Inggris. Video yang ditampilkan disitus video sharing ini dapat diakses melalui www.youtube.com/pasjakartaindonesia, dan ditampilkan dalam bahasa Indonesia atau diberi terjemahan bahasa Indonesia.

Pada Januari 2009, Kedubes AS adalah misi diplomatik pertama di Indonesia yang membuat halaman penggemar di Facebook, www.facebook.com/jakarta.usembassy dengan hampir 15.000 fans. Halaman tersebut menampilkan hal-hal yang unik seperti foto, video dan kontes. Seluruh proses pengurusan visa di AS sekarang telah menggunakan sistem pendaftaram secara online dan warga AS di Indonesia yang ingin memperpanjang paspor mereka juga diharuskan untuk mendaftar secara online. (Marwan Azis).


Pesta Blogger 2009 Usung Spirit Kebangsaan


Ketgam : Suasana Pesta Blogger 2009 yang berlangsung di Jakarta (24/10). Foto : Beritalingkungan/Marwan Azis

Jakarta, BERLING- Seribu dua ratus blogger diperkirakan hadir dalam perhelatan Pesta Blogger 2009 yang berkumpul di Gedung SMESCO Gatot Subroto Jakarta Selatan. Data tersebut diperoleh dari panitia berdasarkan registarasi online yang ditutup Kamis sore (23/10) plus undangan.

Pesta blogger sendiri merupakan ajang temu nasional blogger terbesar di Indonesia yang diadakan setiap tahun, sejak 2007 lalu. Acara pesta blogger 2009 mengusung tema” One Spirit One Nation” atau Satu Semangat Satu Bangsa” ini dibuka pada pukul 10.15 WIB (24/10) dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya para blogger yang hadir disugguhi sebuah tayangan video yang menggambarkan persatuan dalam keberagaman.

“Ini untuk mengingat kita dan para bloggers, khususnya untuk tetap bersatu sebagai bangsa terlepas dari perbedaan yang kita miliki,”kata Iman Brotoseno, Ketua Panitia Pesta Blogger 2009.”Blog dan social media lainnya mampu melampaui batas-batas fisik, religius, maupun kultur untuk membawa kita bersatu sebagai bangsa, dalam satu semangat.”tambahnya. Pesta Blogger kali ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Tifatul Sambiring. Dalam sambutanya Tifatul mengatakan Departemen Kominfo mendukung sepenuhnya kegiatan blogger di Indonesia.

Bukan hanya itu, sebuah video mengenai perjalanan pesta blogger 2009 dan aktivitas sehari-hari para blogger pun diputar di hall eksibisi. Video ini memuat kegiatan para blogger, cuplikan keseharian mereka, juga klik-klik hal-hal unik dan menggelikan dari perjalanan para blogger selama ini.

Acara pesta blogger tahun ini semakin meriah dengan diramaikan oleh para blogger-blogger mancanegara, baik dari Amerika Serikat, Austarlia dan Singapura.

Brian Giesen, blogger asal Amerika Serikat yang merupakan praktisi yang cukup terpadang dan berpengalaman di bidang social media hadir dan terlibat dalam diskusi mengenai “Blogpreneur” atau pengguna blog yang mendukung kewirausahaan. Bukan hanya Brian yang langsung dari Amerika, hadir pula Mark Fraunfelder (pendiri group blog terkenal BoingBoing.net), Corvida Raven (pemilik blog teknologi dan sosial media SheGeeks.net), serta Arsalam Iftikhar (pengacara hak asasi manusia internasional dan pemilik blog TheMuslimGuy.com blog yang bertujuan untuk yang bertujuan untuk menciptakan pengertian yang lebih baik mengenai Islam di dunia Barat). Ketiga berdiskusi langsung dengan para peserta Pesta Blogger melalui video chat.

Travel blogger asal Australia, Anthony Bianco, juga tampil mengisahkan pengalamannya backpacking-nya pada salah satu sesi diskusi di Pesta Blogger 2009 ini. Sejak akhir September lalu, Anthony telah memulai blogging trip-nya di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Banda Aceh, Jambi, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Sebelumnya, selama periode Juli hingga Oktober 2009, Pesta Blogger 2009 juga menggelar rangkaian Blogshop (blogging workshop) di sepuluh kota di Indonesia. Dari acara ini telah lahir lebih dari 500 blogger baru dari Malang, Semarang, Bandung, Balipapan, Samarinda, Makassar, Surabaya, Medan, Yogyakarta, dan Palembang sejak Juli 2009 lalu. Etika di ranah maya menjadi topik bahasan utama dalam rangkaian blogging workshop yang didukung penuh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.

“Kami ingin mendorong lebih banyak masyakat Indonesia terlibat dalam aktivitas blogging dan melakukannya secara bertanggung jawab, konstruktif dan kritis dengan kesadaran sosial yang tinggi,”kata Iman Brotoseno, Ketua Panitia Pesta Blogger 2009.

Prita Mulyasari, perempuan yang sempat dipenjara karena keluhanya menyebar diinternet juga hadir pada salah sesi diskusi di Pesta Blogger 2009 yang bertema mengenai etika dan impikasi hukum di ranah maya.

Menjelang sore, Panitia Pesta Blogger juga mengumumkan pemenang dari beberapa kompestisi blog seperti kompetisi menulis Pesta Blogger 2009, pemenang XL blog award, dan pemenang blog terbaik dari rangkaian blogging workshop Pesta Blogger 2009. (Marwan Azis).



ANTARA